Monday, 17 June 2013

Evaluasi Pengendalian Intern Kas Terhadap Pengeluaran Kas Pada PT. Relax Living



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Penelitian
Sebagian besar perusahaan atau organisasi di indonesia dibangun dengan pertimbangan tidak gampang dan membutuhkan modal yang cukup besar serta ditunjang oleh sumber daya yang memadai. Para komisaris beserta pimpinan terus bekerja sama demi membesarkan dan memajukan perusahaan untuk jangka panjang dan tetap kuat terhadap perubahan-perubahan yang terjadi.
Dalam suatu perusahaan kecil dimana pemiliknya sekaligus menjabat sebagai pimpinan, pemilik perusahaan terlibat secara langsung dalam pengelolaan perusahaannya . akan tetapi dengan bertambah besarnya perusahaan, hal tersebut tidak lagi dapat dilakukan karena perkembangan dan sifat usaha yang semakin rumit dan menuntut spesialisasi yang tinggi. Dalam situasi ini. Fungsi pemilikan dan pengelolaan tidak dapat lagi dirangkap karena pemiliknya harus mendelegasikan wewenang untuk mengelola perusahaannya kepada orang lain atau pihak lain. Dalam hal ini perusahaan juga membutuhkan pengelolaan yang baik dari pihak manajemen.
Proses manajemen mencakup beberapa fungsi yaitu: fungsi perencanaan, pengkoordinasian dan pengendalian. Mengingat semakin berkembangnya perusahaan, maka fungsi ini kurang dapat dilaksanakan karena jangkauan yang dikendalikan semakin luas dan semakin kompleks serta adanya keterbatasan kemampuan yang dimiliki manajemen itu sendiri. Oleh karena itu, manajemen memerlukan suatu alat yang dapat membantu menunjang fungsi pengendalian yaitu diperlukannya pengendalian internal yang memadai, dimana dapat membantu manajemen menjaga keamanan hak milik perusahaan, dapat dipercayainya data atau catatan akuntansi, menjamin dipatuhinya kebijakan perusahaan serta menunjang efisiensi perusahaan. Pengendalian internal diperlukan dalam semua bidang yang ada dalam perusahaan, terutama sekali pengendalian internal atas kas. Dengan tidak mempersoalkan sumber kasnya, dasar untuk pencegahan atau kecurangan adalah prinsip pengecekan internal.
Dalam neraca, Kas dilihat dari sifatnya merupakan aset yang paling lancar dan hampir setiap transaksi dengan pihak luar selalu mempengaruhi kas. Kas merupakan komponen penting dalam kelancaran jalannya kegiatan operasional perusahaan. Karena sifat kas yang likuid, maka kas mudah digelapkan sehingga diperlukan pengendalian intern terhadap kas dengan memisahkan fungsi-fungsi penyimpanan, pelaksanaan dan pencatatan. Selain itu juga diadakan pengawasan yang ketat terhadap fungsi-fungsi pengeluaran kas. Tanpa adanya pengendalian intern akan mudah terjadi penggelapan uang kas.
Untuk menciptakan pengendalian intern yang baik, manajemen harus menetapkan tanggung jawab secara jelas dan tiap orang memiliki tanggung jawab untuk tugas yang diberikan padanya. Apabila perumusan tanggung jawab tidak jelas dan terjadi suatu kesalahan, maka akan sulit untuk mencari siapa yang bertanggung jawab atas kesalahan tersebut.Pengendalian intern yang baik terhadap kas memerlukan prosedur-prosedur yang memadai untuk melindungi pengeluaran kas. Dalam merancang prosedur-prosedur tersebut hendaknya diperhatikan tiga prinsip pokok pengendalian intern. Pertama, harus terdapat pemisahan tugas secara tepat, sehingga petugas yang bertanggungjawab menangani transaksi kas dan menyimpan kas tidak merangkap sebagai petugas pencatat transaksi kas. Kedua, semua penerimaan kas hendaknya disetorkan seluruhnya ke bank secara harian. Ketiga, semua pengeluaran kas hendaknya dilakukan dengan menggunakan cek, kecuali untuk pengeluaran yang kecil jumlahnya dimungkinkan untuk menggunakan uang tunai, yaitu melalui kas kecil.
Prosedur-prosedur yang digunakan untuk mengawasi kas, bisa berbeda-beda antara perusahaan yang satu dengan perusahaan lainnya. Hal ini tergantung pada berbagai faktor, seperti besarnya perusahaan, jumlah karyawan, sumber-sumber kas, dan sebagainya.Objek penelitian pada penulisan skripsi ini adalah PT. Relax Living. Adapun aktivitas transaksi perusahaan meliputi penerimaan kas dan pengeluaran kas. Dalam menjalankan aktivitas transaksi perusahaan tersebut sudah ada pemisahan fungsi tetapi masih ada yang merangkap antara fungsi pengurusan kas dengan fungsi pencatatan kas. Pengeluaran kas merupakan transaksi perusahaan yang paling banyak terjadi di perusahaan sehingga perlu adanya pengawasan dan pengendalian intern. Sistem pengeluaran kas pada perusahaan dilakukan dengan cek dan untuk pengeluaran kas jumlah saldo kas rekening kas kecil tidak tetap, tetapi berfluktuasi sesuai dengan jumlah pengisian kembali dan pengeluaran-pengeluaran dari kas kecil. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk mengevaluasi sistem pengeluaran kas perusahaan apakah sudah dilaksanakan secara efektif/efisien atau tidak.
Dengan latar belakang tersebut dengan demikian penulis tertarik untuk mengambil judul penulisan skripsi ini yaitu: Evaluasi Pengendalian Intern Kas Terhadap Pengeluaran Kas Pada PT. Relax Living.

B.     Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, penulis beberapa masalah sebagai berikut:
1.    Bagaimana evaluasi pengendalian intern kas terhadap pengeluaran kas PT.RL?
2.    Bagaimana evaluasi pengendalian intern kas terhadap penerimaan kas PT.RL?
3.    Bagaimana evaluasi pengendalian intern kas terhadap saldo kas PT.RL?
4.    Bagaimana pengaruh piutang perusahaan terhadap rentabilitas?
5.    Bagaimana system penggajian karyawan di perusahaan?
6.    Bagaimana metode persediaan di perusahaan?

B.     Pembatasan Masalah
Agar topik bahasan tidak melebar dan sejalan dengan identifikasi masalah diatas, Peneliti membatasi masalah yaitu evaluasi sistem pengendalian intern kas terhadap pengeluaran kas PT.RL.
C.    Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang diuraikan maka dapat dibuat perumusan masalah yaitu :
1.    Bagaimana pelaksanaan pengendalian intern kas di PT.RL?
2.    Bagaimana pelaksanaan prosedur pengeluaran kas di PT.RL?
3.    Bagaimana hasil evaluasi pengendalian intern kas terhadap pengeluaran kas di PT.RL?

D.    Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.      Tujuan Penelitian
Berdasarkan masalah-masalah yang telah diidentifikasi diatas , maka tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menilai kememadaian pengendalian intern kas atas pengeluaran kas yang diterapkan pada perusahaan.
2.      Manfaat Penelitian
a.       Bagi Perusahaan
Hasil dari simpulan ini diharapkan dapat dijadikan bahan pertimbangan dan masukan bagi manajemen perusahaan mengenai perbaikan dari kelemahan-kelemahan pengendalian intern pengeluaran kas yang diterapkan perusahaan saat ini sehingga dapat meminimalkan dan menghilangkan kecurangan  penyelewengan dana.
b.      Bagi Akademisi
Sebagai bahan masukan dan bahan referensi sehingga dapat menerapkan perpaduanyang tepat antara praktik dan keadaan yang teoritis yang diperoleh khususnya dalam bidang sistem pengendalian intern pengeluaran kas.
c.       Bagi Peneliti
Diharapkan dalam penelitian ini dapat memberikan pengetahuan dan wawasan yang luas tentang akuntansi pada perusahaan khususnya mengenai sistem pengendalian intern pengeluaran kas.

E.     Hipotesis
Menurut Uma Sekaran (2009) : Hipotesis bisa didefinisikan sebagai hubungan yang diperkirakan secara logis diantara dua atau lebih variabel yang diungkapkan dalam bentuk pernyataan yang dapat di uji.[1]
Menurut Sugiyono (2009) : Hipotesis dapat didefinisikan jawaban sementara terhadap rumusan masalah.
Menurut Agus (2004:97) : Hipotesis yaitu jawaban atas problem secara teoritis dan hipotesis itu merupakan jawaban sementara, yang masih perlu di uji kebenarannya melalui fakta-fakta. Pengujian hipotesis dengan menggunakan dasar fakta diperlukan suatu alat bantu, dan yang sering digunakan adalah analisis statistik.
Berdasarkan kerangka pemikiran yang telah digambarkan sebelumnya dan teori di atas, maka dapat dikemukakan hipotesis dalam penelitian ini menggunakan hipotesis assosiatif (hubungan) terdapat hubungan yang positif dan signifikan pengendalian intern kas mempunyai pengaruh terhadap pengeluaran kas.[2]
Ho              :  = 0, berarti tidak ada hubungan jadi pengendalian interen kas tidak ada pegaruh  dengan prosedur pengeluaran kas.
Ha               :   0, tidak sama dengan Nol berarti lebih besar atau kurang dari nol berarti ada hubungan jadi pengendalian intern kas mempunyai hubungan dengan prosedur pengeluaran kas.
 DOWNLOAD FULL DOC NA DISINI

COMENT UNTUK KONFIRMASI PASSWORD


No comments:

Post a Comment